Terbangun
Cipt.
Rizki Restu Permana
Ah sepatu boot ini
Terlalu sering ia mendengar kabar penyiksaan itu
Mungkin beribu kali
Jutaan kali? Ah biarkan
Jika jiwa yang tertanam di dalam karetnya itu jahat
Ia akan mati bosan
Jika jiwa yang tertanam di dalam karetnya itu mulia
Terlalu banyak pensil mencatat
Terlalu banyak telinga mendengar
Namun tak banyak hati yang mengenang
Kau mengganggu tidur
panjangku yang tidak pernah rampung