Label

Senin, 06 Januari 2014

Puisi



Terbangun
                                                                                                            Cipt. Rizki Restu Permana
Ah sepatu boot ini
Terlalu sering ia mendengar kabar penyiksaan itu
Mungkin beribu kali
Jutaan kali? Ah biarkan

Jika jiwa yang tertanam di dalam karetnya itu jahat
Ia akan mati bosan
Jika jiwa yang tertanam di dalam karetnya itu mulia
Ia mati dengan tangisan

Terlalu banyak pensil mencatat
Terlalu banyak telinga mendengar
Namun tak banyak hati yang mengenang
Kau mengganggu tidur panjangku yang tidak pernah rampung

Puisi

Sifat Perutku
                                                                                                Cipt. Rizki Restu Permana
Tidakkah kejam dunia ini untukku
Rasa malu yang tergadaikan
Hargadiri  yang terlupakan
Perut yang sudah mengontrol sifatku

Ku berdiri dengan rasa getar di lututku
Suaraku bergetar karena hatiku
Gemetar seluruh jagat ini merasakanmu
Aku makhluk khilaf akan takdirku

Luluhkah hati mereka denganku seperti ini?
Tak lagi ingin dikasihani
Tak lagi ingin diberi
Hilangkanlah perut ini

Aku tak tahu apa fungsi perut ini
Akankan sebagai perintah mencuri?

Kamis, 02 Januari 2014

Sonet



Istana Kebahagian
Cipt. Rizki Restu Permana
Sprai yang tak pernah terlihat regang
Kasur yang pernah terasa empuk
Tak tampak wajah si anak tegang
Takkan tercium aroma busuk

Tivi berlayar hitam tersimpan
Berharap berubah abu-abu
Agar tetap terjaga harapan
Agar awan tak lagi kelabu

Lihat lukisan tergantung miring!
Nilai artistic berharga tinggi
Karya besar dibalik rak piring
Kolektor tak mau memandangi

Istana sejuta keindahan
Yang esok ditunggu penggusuran